Program P3WILSEN ISI Yogyakarta Mulai Pendampingan Seni di Bangunjiwo dan Salakan
Penyerahan dosen dan mahasiswa pelaksana Program P3WILSEN ISI Yogyakarta di Kalurahan Bangunjiwo menandai dimulainya pendampingan seni selama Agustus hingga pertengahan September 2026, termasuk di Padukuhan Salakan.

Program P3WILSEN ISI Yogyakarta Mulai Pendampingan Seni di Bangunjiwo dan Salakan
Bangunjiwo – Penyerahan dosen dan mahasiswa pelaksana Program P3WILSEN ISI Yogyakarta dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Gedung Sastro Sukarno Kalurahan Bangunjiwo. Kegiatan ini menandai dimulainya pendampingan seni di Kalurahan Bangunjiwo selama Agustus hingga pertengahan September 2026.
Padukuhan Salakan menjadi salah satu padukuhan yang ditempati atau dibina dalam rangkaian program tersebut. Pendampingan diarahkan pada kelompok seni di lingkungan Kalurahan Bangunjiwo, dengan harapan mahasiswa dan masyarakat dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan.

Lurah Bangunjiwo menyambut pendampingan seni
Dalam sambutannya, H. Parja, S.T., M.Si., menyampaikan selamat datang kepada para dosen dan mahasiswa Program P3WILSEN ISI Yogyakarta. Para mahasiswa akan melaksanakan tugas pendampingan di Kalurahan Bangunjiwo, khususnya bersama kelompok seni.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian seni budaya di Kalurahan Bangunjiwo. Selain memberikan pengalaman kepada mahasiswa, kegiatan ini juga diharapkan membantu menambah wawasan dan keterampilan sesuai dengan jenis kesenian yang dijalankan oleh kelompok masyarakat.
Kegiatan seni yang disebutkan dalam rangkaian program mencakup lukis, batik, karawitan, dan pedalangan. Pelaksanaannya tetap diarahkan melalui kerja sama dengan kalurahan serta sanggar atau kelompok seni masyarakat.
Salakan ikut terlibat melalui kelompok karawitan
Dari Padukuhan Salakan, Ma'ruf Cahyadi turut hadir bersama Drs. Mujana, Ketua Sanggar Paguyuban Karawitan Jaya Budaya. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komunikasi antara kalurahan, padukuhan, sanggar, dan mahasiswa dalam pelaksanaan pendampingan seni.
Koordinasi antara mahasiswa dan kelompok masyarakat menjadi salah satu pesan penting dalam program ini. Melalui koordinasi tersebut, materi pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok seni dan pengalaman warga yang sudah menjalankan kegiatan budaya.

Berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui pembinaan seni
Dalam sambutan yang disampaikan pada acara tersebut, Thoyibah menekankan harapan agar kegiatan pengabdian dapat memberi manfaat di lingkungan masyarakat. Pembinaan seni diharapkan tidak berhenti pada pertemuan awal, tetapi dilanjutkan melalui proses belajar dan komunikasi bersama kelompok seni.
Program juga mendorong mahasiswa untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, memberikan penyuluhan, serta membangun hubungan kerja yang baik dengan sanggar atau kelompok masyarakat. Dengan demikian, kegiatan dapat berjalan sesuai kebutuhan warga dan tetap menghargai pengalaman pelaku seni di wilayah Bangunjiwo.
Hadir pula Profesor Dr. Junaidi dari ISI Yogyakarta. Acara pagi itu dipandu oleh Carik Mugi Raharjo, A.Md.
Rangkaian program dan target pertemuan
Dalam penjelasan teknis, disampaikan bahwa penerjunan dosen dan mahasiswa merupakan salah satu tahapan Program P3WILSEN ISI Yogyakarta. Setelah tahap penyerahan, program dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring dan evaluasi, kemudian ditutup dengan penarikan.
Sebelum penerjunan, terdapat rangkaian proposal dan pembekalan. Dalam pelaksanaan di lapangan, target program adalah 12 kali tatap muka dengan kelompok seni. Mahasiswa juga akan membuat video pelaporan sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan.
Pelaksanaan program disebut bersifat pelatihan, termasuk penggunaan barang habis pakai atau alat peraga yang diperlukan dalam proses pendampingan. Rincian kegiatan selanjutnya akan mengikuti koordinasi antara mahasiswa, kalurahan, padukuhan, dan kelompok seni.
Menjaga koordinasi dengan kelompok masyarakat
Pendampingan seni akan berjalan lebih baik apabila mahasiswa dan kelompok masyarakat memiliki komunikasi yang terbuka sejak awal. Kalurahan dan padukuhan dapat membantu menghubungkan kebutuhan kegiatan, sementara sanggar dan kelompok seni memberikan pengalaman praktik serta konteks budaya setempat.
Bagi Padukuhan Salakan, keterlibatan dalam program ini menjadi kesempatan untuk memperkuat pembinaan seni, khususnya melalui komunikasi dengan kelompok karawitan dan kegiatan budaya yang sudah tumbuh di masyarakat. Program P3WILSEN diharapkan memberi manfaat bagi mahasiswa sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan seni warga.
Catatan redaksi: Artikel ini disusun dari narasi kegiatan yang disampaikan oleh Padukuhan Salakan dan dokumentasi acara. Nama serta gelar ditulis berdasarkan informasi sumber. Foto digunakan untuk menerangkan suasana forum, tanpa menebak identitas wajah dari tampilan visual.