Workshop Persiapan Pementasan Jaya Budaya dan Amusa Budaya Digelar di Salakan
Workshop Persiapan Pementasan Paguyuban Karawitan Jaya Budaya dan Ketoprak Amusa Budaya digelar di Pendhapa Jaya Perwita, Salakan, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Workshop membahas akting sebagai cara menghadirkan ide dan karakter di atas panggung.

Workshop Persiapan Pementasan Jaya Budaya dan Amusa Budaya Digelar di Salakan
Salakan – Workshop Persiapan Pementasan Paguyuban Karawitan Jaya Budaya dan Ketoprak Amusa Budaya dilaksanakan di Pendhapa Jaya Perwita pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk menyiapkan pementasan sekaligus memperkuat pemahaman peserta tentang seni peran.

Acara dipandu oleh Bapak Risman Marjaka sebagai MC. Sambutan sekaligus pembukaan workshop disampaikan oleh Dukuh V Salakan Bangunjiwo, Bapak Ma’ruf Cahyadi.
Dalam sambutannya, Bapak Ma’ruf Cahyadi menyampaikan pentingnya workshop dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pementasan. Kegiatan semacam ini membantu peserta menyamakan pemahaman, mematangkan proses latihan, dan menjaga keberlanjutan kesenian yang tumbuh di tengah masyarakat.
Belajar menghadirkan karakter di atas panggung
Materi workshop disampaikan oleh Bapak Joanes Catur Wibono, S.Sn., M.Sn. dengan tema “Aktor Adalah Berpikir”.
Materi menjelaskan bahwa akting memberi bentuk pada ide dan gagasan melalui beberapa unsur, yaitu tubuh, vokal, ruang, ekspresi, dan musikalitas. Unsur-unsur tersebut menjadi bekal aktor untuk menyampaikan karakter dan situasi kepada penonton.
Seorang aktor juga perlu membangun karakter melalui beberapa tahapan. Proses tersebut dapat dimulai dengan meniru karakter, kemudian mewujudkan karakter, menghadirkan teknik, hingga menghasilkan daya pesona di atas panggung. Hasil akhirnya adalah penonton dapat percaya bahwa tokoh yang dimainkan benar-benar hidup dalam pertunjukan.

Tanya jawab bersama peserta
Setelah penyampaian materi, workshop dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan persiapan pementasan.
Dalam sesi tersebut, Bapak Indaryanto menyampaikan pertanyaan mengenai batas minimal jumlah penonton pemuda dalam pertunjukan ketoprak. Sesi dialog ini menjadi bagian penting untuk menghubungkan materi workshop dengan kebutuhan dan pengalaman peserta dalam menyiapkan pertunjukan.

Workshop ini mempertemukan unsur belajar, diskusi, dan persiapan pementasan. Melalui kegiatan tersebut, Paguyuban Karawitan Jaya Budaya dan Ketoprak Amusa Budaya terus menyiapkan karya seni yang dapat dinikmati masyarakat sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi para pelaku seni di lingkungan Salakan.

Dokumentasi lengkap
Dokumentasi foto kegiatan dapat dilihat melalui album Google Photos Workshop Persiapan Pementasan Jaya Budaya dan Amusa Budaya.