menuclose

Semarak Syawalan Padukuhan Salakan di Masjid Al Huda

Warga berkumpul untuk melangsungkan acara Syawalan Padukuhan Salakan Banyu Temumpang yang diprakarsai oleh organisasi kepemudaan setempat, Angkatan Muda Salakan (AMS)

personRintok Juhirman
Dokumentasi kegiatan Padukuhan Salakan

Banyu Temumpang – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti halaman Masjid Al Huda Banyu Temumpang pada Sabtu (28/03/2026). Warga berkumpul untuk melangsungkan acara Syawalan Padukuhan Salakan Banyu Temumpang yang diprakarsai oleh organisasi kepemudaan setempat, Angkatan Muda Salakan (AMS).

Rangkaian Acara dan Apresiasi Purna Tugas Dukuh

Acara yang dipandu oleh Sdr. M Al Faraj selaku Master of Ceremony (MC) ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan dengan indah oleh Sdri. Sukma.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari beberapa tokoh masyarakat, di antaranya:

  • Bapak Marjiman, selaku perwakilan Takmir Masjid Al Huda.
  • Perwakilan Panitia Penyelenggara dari Angkatan Muda Salat (AMS).
  • Bapak Ma'ruf Cahyadi, selaku Dukuh V Salakan yang baru.

Ada momen istimewa di sela-sela acara, yakni prosesi penyerahan tali kasih dan kenang-kenangan kepada Bapak Pitoyo, yang telah memasuki masa purna tugas sebagai Dukuh Salakan. Momen ini menjadi bentuk penghormatan warga atas dedikasi beliau selama menjabat.

Setelah itu, prosesi inti ikrar Syawalan dipimpin langsung oleh Ketua AMS dan diikuti oleh seluruh hadirin. Suasana semakin semarak dengan iringan penampilan seni Islami dari grup Hadroh Telogo Kautsar Sedayu.

Tausiyah Ustadz Nurudin: Menjadi Pribadi yang Bertakwa dan Bermanfaat

Memasuki acara inti pengajian, Ustadz Nurudin, S.H.I. hadir memberikan tausiyah yang menggugah hati jamaah. Dalam ceramahnya, beliau mengutip sebuah hadis yang menekankan pentingnya kepedulian sosial di antara umat Islam:

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani)

Selain mendorong jamaah untuk menjadi manusia yang bermanfaat, Ustadz Nurudin juga menjabarkan empat ciri utama orang yang bertakwa, yaitu:

  1. Dermawan dan tidak kikir dalam berbagi kepada sesama.
  2. Menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain.
  3. Memaafkan kesalahan orang lain dengan lapang dada.
  4. Senantiasa melakukan Taubat Nasuha (taubat yang sungguh-sungguh).

Melalui momentum Syawalan ini, warga Padukuhan Salakan tidak hanya saling bermaafan, tetapi juga dibekali dengan ilmu agama untuk menjadi pribadi dan masyarakat yang lebih baik ke depannya.

Bagikan artikel ini